Foto : Sertu (Anumerta) Rikson Edi Chandra
Kota Jambi, SJNews - Serda Rikson Edi Chandra Gugur dalam mengemban tugas Negara, Almarhum Serda Rikson terkena senjata tajam dan luka panah pada bagian kepala saat mengamankan aksi demonstrasi di Deiyai, Papua, Pada Rabu (28/8).
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Almarhum.Selain baik hati dan sayang dengan keluarga, Rikson juga dikenal sebagai sosok yang gigih sejak kecil.
Selain keluarga besar TNI, kepergian Serda Rikson secara mendadak ini juga mengejutkan keluarga besarnya dan juga rekan-rekannya.
Orang tua Alm Serda Rikson bertempat tinggal di Jalan Nuri 1, RT 25, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, yang mana ditempat itu juga Serda Rikson menghabiskan masa kecil dan remajanya.
Pada Saat SJBNews menyambangi rumah duka, didapat Informasi dari warga sekitar jika kedua orang tua almarhum Serda Rikson, Suardi dan Armaneli bersama adik dan kakaknya serta keluarga besarnya telah berangkat ke Prabumulih, kamis kemarin, (29/8) untuk menghadiri pemakaman Serda Rikson. Dan tampak juga beberapa buah papan bunga ucapan turut berduka cita berjejer ditepi jalan didekat rumah orang tua Serda Rikson dikawasan jelutung kota jambi.
Menurut Informasi, Jenazah Serda Rikson Edi Chandra, dari satuan Yonkav 5/Serbu Kodam II/Swj dimakamkan pada jumat pagi (30/8) di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Prabumulih.
SJBNews Sempat berbincang dengan Ghani, salah seorang warga yang merupakan tetangga dari orangtua Serda Rikson, Menurutnya, semasa hidupnya Serda Rikson terkenal baik dan ramah terhadap warga sekitar.
Selain itu, Almarhum juga pandai dalam bergaul dan paham benar menempatkan dirinya pada saat dengan siapa dia bergaul. Ujar Ghani. "Dia paham betul membawa dirinya. Misalnya lagi dengan orang tua, dia bisa komunikasi sama orang tua. Begitu juga lagi dengan anak muda atau anak anak, dia juga bisa membawa posisinya," katanya.
Lanjutnya lagi, Almarhum Serda Rikson juga terkenal sosok yang gigih dan tidak mau menggantukan hidupnya dengan orang tua. Saat Rikson masih dalam masa pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 200, Rikson sudah sering ikut ayahnya Suwardi yang jualan kopi dan makanan ringan di pasar Angso Duo. barulah pada saat masuk masa Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Pasar Kota Jambi ia mulai berjualan sendiri, ungkapnya.
Menurut Ghani, almarhum memilih berjualan sendiri karena tidak mau membebankan orang tuanya, dan setelah lulus dari SMP 9 Kota Jambi tahun 1996, Rikson melanjutkan sekolah ke SMA DB 4 Kota Jambi dan menyelesaikan tepat waktu sekitar tahun 1999.
Alamsyah, Yang juga merupakan teman almarhum menjelaskan jika Rikson juga sempat mengikuti tes sekolah calon bintara di Bandung pada tahun 2000. Namun ia gagal saat itu dan akhirnya ia memilih pulang kembali ke Jambi, dan Rikson sempat nganggur setahun, lalu dia berjualan dan membantu aktivitas orang tuanya.
Dan pada tahun 2001 Rikson ikut tes lagi, dan barulah Rikson lulus tes di Palembang, Setelah dinyatakan lulus tes, Rikson langsung mengikuti pendidikam militer dan setelah selesai pendidikan Rikson langsung bertugas di Yonkav 5/Serbu Kodam II/Sriwijaya, jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun SJBNews, Almarhum Serda Rikson Edi Chandra meninggalkan seorang istri bernama Endang dan dua orang anak, Yakni Richard Kurniawan dan Syakira Nabila Kirana.
Almarhum Serda Rikson Edi Chandra Mulai bertugas ke Papua menjadi Anggota Satgas penjaga perbatasan Papua-Papua Nugini sejak tanggal 03 Juli 2019 lalu, dan Anggota Batalyon 5 DPC Karang Endah Kodam II Sriwijaya ini diberikan tanda penghormatan berupa pangkat setingkat lebih tinggi dari sebelumnya, menjadi Sertu Anumerta.
Penulis : Asido Girsang
Editor : Arif Ogie